Dibawah ini adalah sebuah catatan yang ku tulis untuk
ceribel, catatan tentang perasan cinta yang terlarang. Kenapa aku tulis cinta
terlarang? Karena seperti apa yang telah aku tulis pada posting sebelumnya,
Ceribel telah memiliki pacar dan aku jatuh cinta padanya, jadi menurutku cinta
ini adalah cinta yang terlarang.
Notes for Ceribel
Entahlah kenapa aku ingin sekali menulis dan mencurahkan segala yang aku rasain sekarang ini, bukan karena aku tidak jantan atau tidak berani berbicara secara langsung tapi aku lebih nyaman menulis daripada berbicara langsung. Kenapa? Karena kerika kita berbicara secara langsung terus salah maka perkataan kita tersebut tiak dapat dihapus sedangkan jika kita menulis maka yang perlu kita lakukan hanya menekan tombol backspace
Sebelumnya jangan suudzon dulu, aku menulis ini bukan untuk menghancurkan hubunganmu dengan pacarmu atau teman-temanmu yang lainnya, melainkan kebalikannya.
Masa depan atau waktu yang akan datang memang merupakan misteri, kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi hari esok dan seterusnya bahkan banyak sekali kejadian yang terjadi namun kejadian tersebut tidak pernah terlintas di benak fikiran kita. Sehingga kita harus berkata “WOW!” kare kejadia tersebut berada jauh diluar dugaan kita.
Yap, mungkin itulah yang terjadi kepadaku saat ini. Aku ingat betul dulu ketika si Gondrong (nama teman cowok sekelasku) menyatakan cinta kepadamu dan kamu langsung bercerita kepadaku. Mungkin karena waktu itu kita lumayan dekat karena memang aku baru putus dan kamu juga sedang break dengan pacarmu. Waktu itu aku tidak menyangka bahwa si Gondrong menyatakan perasaannya kepadamu, apa sih yang membuat si Gondrong suka? Padahal yang aku lihat kamu itu biasa-biasa aja.
Karena kondisi waktu itu aku lebih deket denganmu dari pada dengan si Gondrong dan pada waktu itu pandanganku ke si Gondrong jugam emang jelek karena aku tahu teman-temannya banyak yang suka Minum (baca: mabok) akhirnya aku menyarankan kepadamu untuk menolaknya dengan alasan dia menginginkanmu menjadi pacar hanya karena tuntutan lingkungan aja.
Sampai sekarang sebenarnya aku belum tahu pasti waktu itu si Gondrong benar-benar suka kepadamu atau tidak, yang jelas waktu itu aku pernah bertanya kepadanya dan jawabannya adalah “sebenarnya memang aku juga tidak ada persaan apapun kepada si Ceribel, hanya saja jika waktu itu aku diterima aku akan serius dan berusaha memberikan yang terbaik untuknya”.
Tapi akhir-akhir ini semuanya sudah tahu tentang pengungkapan cinta itu dan dia selalu demgan bangga berkata”aku memang ditolak oleh si Ceribel, tapi itu karena kita sekelas saja”.
Oke, dari cerita diatas yang ingin ku sampeikan adalah aku ingin menjaga hati temanku. Aku tidak mau terlalu deket (mungkin lebih tepatnya tidak mau terlihat terlalu deket) antara aku dan kamu, terutama sama si Gondrong (karena dia sudah menjadi sahabatku sekarang).Kejadian lainnya yang tidak pernah bosa ku lupa adalah ketika aku mentraktir makan mie ayam di Ci*****, waktu itu kalau tidak salah kita sebelumnya dari Mall (ketahuan sekali yah kalau aku tidak punya uang? Jalan-jalannya di mall tapi makannya malah di tukang mie ayam ). Entah apa yang membuat aku ilfil denganmu waktu itu sampai-sampai aku berkata”aku sedang tidak nafsu makan” dan tidak lama setelah itu kamu juga berkata dengan kata-kata yang sama. Mulai dari situ aku ingin sekali jauh denganmu, sampai-sampai setiap kamu sms aku balas jutek kali kira-kira smsnya yang aku ingat seperti ini:SMS Jutek
Kamu : aku sudah sampai di rumah dongAku : lah memang ada yang nanya?Kamu : engga! Aku hanya memberi tahuAku : oh
Entahlah, aku tidak tahu kenapa aku bisa sejutek itu kepadamu tanpa memikirkan perasaamu dan bukan hanya itu sms-sms kamu yang lainnya juga aku balas dengan jutek.Sekarang memang mungkin sudah sangat terlambat, tapi aku benar-benar minta maaf untuk apa yang telah aku lakukan ketika itu. (sumpah aku menyesal)
Seiring berjalannya waktu, mungkin karena memang kita sudah dewasa sehingga kita lebih mudah untuk memaafkan atau melupakan kesalahan orang lain. Atau mungkin juga karena kita memang sudah pandai memakai topeng sehingga kita bisa terlihat akrab di depan orang lain.Selanjutnya, aku mulai tertarik dengan social networking yang bernama twitter dan mungkin inilah sosial network yang membuatku menjadi akrab lagi denganmu. Setelah itu sepertinya tidak terhitung aku menemanimu ataukamu yang menemani aku makan. Dan dan dan.. aku juga tidak tahu lagi ini apa yang mau diceritakan.
Yap, itulah Cerita Terlarang yang aku ungkapkan kepada Ceribel dengan catatan yang berjudul "Notes for Ceribel", cerita terlarang ini belum berakhir disini karena masih bersambung pada posting selanjutnya. Sekedar bocoran, catatan yang ku tulis selanjutnya masih tentang catatan yang berjudul "Notes for Ceribel.
Terimakasih atas kunjungannya ^^
Terimakasih atas kunjungannya ^^
No comments:
Post a Comment