Siapakah ceribel itu?
Ceribel, itulah nama dari seorang perempuan yang telah
membuat hatiku bergetar ketika melihatnya. Cerita cinta sedih telah dia ukirkan
dalam kehidupanku, cinta memang buta tidak memangdang siapa yang mencintai dan
dicintai. Semua orang senang mencintai dan dicintai, namun yang terjadi padaku
berbeda ‘aku hanya dapat mencintai tanpa dicintai’.
“Jika perasaanmu padaku telah hilang beritahulah aku”
Yap, itulah kata terakhir yang di ucapkan oleh Ceribel saat
chatting di Facebook semalam. Aku hanya bisa bisa berkata ”iya tenang saja, perasaanku sudah mulai pudar kok” padahal hatiku sendiri seakan tersambar petir
karena kaget dengan Ceribel yang tiba-tiba berkata seperti itu. Entahlah apa
yang membuatnya bisa mengeluarkan kata-kata tersebut.
Kata-kata yang halus tersebut memiliki arti yang dalam
bagiku, itu artinya dia menyukaiku, tidak akan bisa menjadi pacarku dan itu
juga berarti bahwa dia lebih memilih pacarnya daripada aku.
Jatuh cinta kepada orang yang salah
Aku telah jatuh cinta pada Fitri, seorang perempuan yang
sudah memiliki pacar. Apa Pacar? Begitulah, jadi aku suka kepada ceribel, dia
adalah teman sekelasku. Ceribel sudah memiliki
pacar tapi LDR (Long distance relationship) atau pacaran jarak jauh. Kami berdua
sama-sama kuliah di tempat yang sama, sama-sama tinggal di kosan dan sama-sama
anak PNS (kenapa bawa-bawa PNS yah? Bingung sendiri ).
Ceribel bukanlah tipikal perempuan yang sempurna, bukan juga
perempuan yang selama ini aku cari, tapi mungkin kata pepatah dibawah ini
memang benar:
‘when u meet someone that u never dreamed before but u say I found her, that is love’
Kulitnya tidak seputih salju, wajahnya tidak secantik putri
salju, sikapnya juga tidak sedingin musim salju (serba salju). Dia juta tidak
memiliki sikap dewasa dan bahkan saat aku pertamakali bertemu dengannya mataku
tidak pernah melirik ke arahnya sedikitpun.
Namun seiring berjalannya waktu entah kenapa aku bisa akrab
dengan Ceribel, deket dan lebih deket lagi sehingga terkadang aku heran padahal
aku hanyalah seorang teman sekelas tapi kami terkadang diam-diaman atau bahkan merahan
padahal hubungan kami hanyalah sebatas teman saja, tidak kurang dan tidak juga
lebih.
Sampe akhirnya aku sadar kalau aku jatuh cinta pada Ceribel dan
aku tidak sanggup lagi untuk mendem perasaan ini. Akhirnya aku menulis catatan
yang didalamnya berisi ungkapan perasaanku. Catatan tersebut keberikan padanaya
setelah UAS (Ujian Akhir Semester).
Bagaimanakah kelanjutan cerita cinta sedih ini? Kelanjutan
dari cerita ini akan ada pada posting selanjutnya, sekian untuk cerita cinta
sedih kali ini. Semoga menghibur
No comments:
Post a Comment