Kamu tahu kan manga/komik One Piece? Itu
loh manga/komik yang bercerita tentang bajak laut, nama pemeran utamanya Luffy
sang Manusia karet yang sering dijuluki Topi Jerami. Di manga tersebut ada
seorang karakter yang memiliki keahlian sebagai penembak jitu, jika para bajak
laut yang sudah professional menembak menggunakan pistol dan senjata lainnya
maka Usop bukanlah tandingan mereka, kenapa? Karena ternyata senjata yang
digunakan Usop jau lebih canggih dan lebih mutakhir. Yap… usop menggunakan
ketapel sebagai senjata yang digunakan untuk menembak :p
Usop memiliki
ciri-ciri fisik dengan hidung yang sangat panjang, hidung yang panjang tersebut
mungkin disebabkan karena dulu ketika masih Usop sering berbohong kepada warga
Desanya. “AWASSSS ADA BAJAK LAUUUUUT!!!...” itulah kata-kata yang sering dia
teriakan untuk menakut-nakuti warga Desa sebelum bergabung bersama kru Topi
Jerami dan menjadi bajak laut. Kalau di Indonesia kita sering mengenal istilah
“maling teriak maling” mungkin istilah yang cocok untuk Usop di dunia One Piece
adalah “bajak laut teriak bajak laut”.
Usop versi blog aku Lain halnya dengan
Usop yang ada di manga One Piece, Usop versi blog aku tidak memiliki hidung
panjang dan tidak juga membawa ketapel sebagai senjata andalannya. Usop versi
blog ini adalah seorang teman yang masih menjabat sebagai mahasiswa. Dari
profesinya tersebut perbedaan antara Usop One Piece dan Usop versi blog aku
semakin jelas, mana ada mahasiswa yang membawa ketapel, kalaupun ada pasti
sudah diringkus oleh Pak Polisi karena tidak memiliki izin untuk membawa
senjata :p Tapi ternyata
Usop One Piece dan Usop versi blog memiliki kesamaan,
tadi si Usop versi blog aku baru saja cerita masa kecilnya yang begitu kelam.
Dulu ketika masih kecil dia sering mencuri buah-buahan milik orang lain,
mengambil ikan (memancing) di kolam orang lain dan bahkan memakan ikan tersebut
mentah-mentah. (emangnya kucing :D) Makanan halal yang haram
Suatu hari dia
pernah jalan-jalan bersama teman-temannya ke sebuah kebun, maklum anak kampung
jadi jalan-jalannya juga ke kebun :p. Ketika itu mereka melihat ada pohon
durian yang sedah berbuah, Usop dengan berbekal senjata ketapelnya pun
iseng-iseng menembakan ketapel yang berpeluru batu kerikil kecil (yaiyala kecil
namanya juga kerikil, kalau besar namanya batu beton). “TAKKK!!...” Bunyi
benturan antara batu dan buah durian, kemudia tidak lama setelah itu
“PAARAPASSSS!!!!... GUBRAK!!..” sebuah durian pun jatuh. Mereka kemudian
langsung mengambil durian yang berasal dari pohon orang itu dengan rasa senang
yang amat sangat, namun sayang tiba-tiba sang pemilik pohon datang dan memarahi
mereka.
“Dasar anak nakal kenapa kalian mengambil durian dari pohonku?” kata
sang pemilik pohon dengan wajah yang sangar. “Engga kok pa, jatuh sendiri
duriannya” Usop berusah membela diri, “Iya pa iya” kata teman-temanya yang lain
berusaha meyakinkan. “Alaaah…. Kalian pikir saya tidak melihat kalau kalian
melempar buah durian saya dengan ketapel? Hah!” Akhirnya mereka diceramahi dan
dimarahi supaya tidak mengulangi perbuatan mereka tersebut.
Hidayah Menurut Usop sendiri masa-masa
tersebut berakhir setelah ia memasuki jenjang pendidikan SMP. Entahlah
pernyataannya benar atau tidak karena memang paras wajahnya tidak begitu meyakinkan
dan belum ada buktinya karena belum ada
peneliti yang berminat untuk membuktikan pernyataan tersebut. Iya lah tidak
ada, kalau pun ada pasti peneliti tersebut otaknya sudah miring 180 derajat.
Sekitan cerita kali ini tentang Usop
Sang Penembak Jitu .
No comments:
Post a Comment